Properti dalam "kondisi normal" akan selalu tumbuh diatas tingkat inflasi karena adanya supply dan demand, sehingga kalo anda jual suatu saat nanti....harganya "pasti" lebih tinggi daripada kalo didepositokan...sehingga "time value of money" dari properti tsb tetap terjaga pada nilai yg selalu wajar.
Karena "yield" atau pertumbuhan aset properti "biasanya selalu" lebih tinggi dari inflasi ... maka properti bisa dijadikan sbg = hedging = lindung nilai = "bemper" ketika tiba2 terjadi krisis
coba anda bayangkan ketika tahun 1998, akan terjadi krismon, ada 2 orang bersahabat sebut aja namanya Anton dan Budi, yg masing2 punya duit 50 juta tunai di tangan. begitu mereka mendengar akan ada krisis ekonomi, mereka melakukan 2 strategi yg berbeda :
1. Anton, begitu tahu akan ada krisis ekonomi dan ada kerusuhan segera mendepositokan duitnya tsb ke salah satu bank pemerintah dgn alasan keamanannya terjamin, dia mendepositokan selurruh uangnya yg 50 juta rupiah tsb.
2. Budi, begitu tahu ada krisis, dia segera membeli tunai 10 unti rumah Tipe 36 yg pada tahun 1998 itu baru sekitar berharga 4,5-5 juta rupiah / unit, pendek kata si Budi memegang 10 unit aset properti berupa rumah Tipe 36.
selang bbrp tahun kemudia..katakan 5 thn kemudian di tahun 2003...kedua sahabat tersebut bertemu kembali setelah berpisah selama 5 tahun..mereka bernostalgia sambil tak pula saling menghitung aset masing2....
1. Anton, setelah 5 tahun kemudian duit yg ada di depositonya rata2 per tahun tumbuh 20% (dibulatkan jadi 20% karena pada thn 1998 pernah bungan deposito 60-80% / thn) ...berarti duit nya yg pada thn 1998 didepositokan sebesar 50 juta...saat thn 2003 tsb telah menjadi 100 juta. berarti asetnya tumbuh 200%.
2. Budi, yg pada tahun 1998 membelikan seluruh uangnya menjadi 10 unit rumah Tipe 36 dgn harga pembelian 5 juta / unit..ketika pada thn 2003 itu pernah dihitungkan oleh appraisal, nilainya telah menjadi 40jt/unit...kalo dikalikan 10 unit rumah yg dia pegang, berarti nilai aset nya tsb kalo diuangkan menjadi 400 juta.. berarti asetnya tumbuh 800% dalam kurun waktu yg sama dgn yg dilakukan si Anton.
nah pertanyaannya...anda mau jadi si Anton (si pemain deposito) ato Budi ( si pemain properti) kalo dalam kondisi spt itu? (dimana masing2 ada nilai plus minusnya).
*Credit to Pak Didik



Betul sekali,
Itulah sebabnya saya sangat menyukai property
dari mulai single home family, tempat kos, sampai ruko2...dengan jaminan property kita bisa meminjam dari bank, untuk modal usaha
asik juga tuh bagi ilmu besarnya pak
Bisnis properti memang ga ada matinya... Baik sebagai developer, investor, kontraktor ataupun broker...
saya ferdi, kami membuka kesempatan untuk membuka perumahan di tuban Jawa Timur, dekat ring road Pantura, Blok Pertamina, Semen Gresik dan Holcim, jika berminat bisa bertemu langsung dgn kami , tlpn saya 085649842128
https://sites.google.com/site/peluanginvestasiperumahan/
investasi properti lebih menguntungkan
bisnis properti memang menguntungkan, untuk jangka panjang, lebih baik daripada jika uangnya di simpan di bank
Nice info, apalagi saat ini bisnis properti sangat diminati oleh investor domestik maupun investor luar negeri. Karena harga properti yang selalu meningkat..
Anda Ingin Beriklan Properti Gratis??
Anda Ingin Mendapatkan Info Tentang Properti di Bali???
Ayo Berkunjung Ke http://jualbeliproperticepat.com/